Program Indo-Austay yang diselenggarakan oleh LBIPU Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memberikan pengalaman belajar yang unik bagi peserta dari Australia. Kali ini, setelah pembelajaran di kelas diberikan oleh Dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Program S2 dan S3.

empat peserta – Malcolm, Collin, Hector, dan Lucy – yang tengah belajar bahasa dan budaya Indonesia, diajak mengunjungi Pasar Gede untuk mempraktikkan materi tentang jual beli yang telah mereka pelajari di kelas.

Dalam aktivitas yang digelar pada hari ini, para peserta diberi tantangan untuk berbelanja dengan anggaran 50.000 rupiah dan memperoleh barang sebanyak mungkin. Beberapa barang yang mereka beli antara lain jeruk nipis kering, enting-enting jahe, buah segar, manisan buah, dan arum manis. Misi belanja ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan pedagang lokal, serta memperdalam pemahaman mereka tentang budaya transaksi di pasar tradisional Indonesia.

Selain berbelanja, para peserta juga menikmati salah satu kuliner khas Pasar Gede, yakni dawet. Hector, meski sudah sering berkunjung ke Indonesia, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama ia mencoba dawet Pasar Gede. “Dawet Pasar Gede enak!” ujarnya dengan setelah mencicipi minuman manis tersebut.

Kegiatan di Pasar Gedhe diakhiri dengan kunjungan ke kelenteng yang terletak di sebelah selatan Pasar Gede. Kunjungan ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang budaya lokal yang ada di Surakarta.
Para peserta merasa sangat senang dengan kegiatan hari ini, karena selain dapat memperkaya pengalaman berbicara dalam bahasa Indonesia, mereka juga bisa merasakan langsung budaya lokal yang sangat khas di pasar tradisional Surakarta. “Kami sangat menikmati kesempatan untuk berbicara dengan masyarakat lokal dan melihat langsung kehidupan serta budaya yang ada di Pasar Gede,” kata Collin, salah satu peserta.
Program Indo-Austay merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempelajari budaya Indonesia, khususnya bagi warga negara Australia yang tertarik dengan bahasa dan tradisi Indonesia. Program ini juga menjadi wadah penting dalam meningkatkan pemahaman dan persahabatan antar negara melalui pengalaman langsung (Sri Rejeki).
