LDC 2026: Panggung Debat Mahasiswa ETP UMS yang Sarat Gagasan

Surakarta, 4 Februari 2026 – Suara argumen bersahutan, adu logika berlangsung cepat, dan tepuk tangan sesekali memecah suasana. Itulah potret LPMB Debating Championship (LDC) 2026 yang digelar oleh Lembangan Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Rabu (4/2). Kompetisi ini menjadi ajang perdana bagi 12 mahasiswa semester I program English Tutorial Program (ETP) untuk mengasah keberanian berbicara dan ketajaman berpikir kritis.

Bertempat di Kampus 1 Gedung C ruang C.2.6, C.2.7a, dan C.2.7b, kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dalam atmosfer kompetitif namun tetap edukatif. Para peserta tampak antusias menyampaikan gagasan dalam bahasa Inggris, beradu strategi argumentasi, sekaligus belajar merespons sudut pandang lawan debat.

Kompetisi ini menghadirkan tiga juri berpengalaman dari UMS, yaitu Susiati, S.Pd., M.Ed.; Naufal Ishartono, Ph.D.; dan Rustania Farmawati, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para juri tidak sekadar menentukan pemenang, tetapi juga memberikan umpan balik konstruktif agar peserta dapat terus meningkatkan kualitas berbicara dan bernalar.

LDC 2026 mengadopsi dua format debat internasional, British Parliamentary dan Asian Parliamentary. Kombinasi format tersebut dirancang untuk mengenalkan peserta pada ragam struktur debat global, sekaligus menguji kemampuan adaptasi, analisis isu, serta kerja sama tim.

Ketua LPMB menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui penguatan kemampuan critical thinking, public speaking, dan argumentasi dalam bahasa Inggris. Kedua, membentuk mental kompetitif yang sehat sehingga mahasiswa terbiasa mengelola tekanan dan bersikap sportif. Ketiga, menjadikan LDC sebagai ajang seleksi awal untuk kompetisi debat tingkat regional dan nasional. Keempat, memperkuat jejaring dan rasa percaya diri mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara terstruktur.

Setelah melalui babak debat yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang. Juara I diraih oleh tim Salsha Khadija Soleh dan Alya Zahira, sementara Juara II diraih oleh Mumayyaz Fa’izah Asimah dan Aulia Rahmania. Gelar Best Speaker juga disematkan kepada Alya Zahira berkat ketajaman argumentasi dan kemampuan retorikanya.

“Alhamdulillah, LDC 2026 berjalan dengan lancar. Semangat dan kemampuan peserta sangat mengesankan untuk mahasiswa semester awal. Ini menjadi fondasi yang baik bagi pengembangan diri dan akademik mereka ke depan,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Layanan Bahasa saat menutup acara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

Melalui LDC 2026, LPMB berharap budaya diskusi ilmiah dan tradisi berargumentasi sehat semakin tumbuh di kalangan mahasiswa UMS. Ke depan, kompetisi ini direncanakan menjadi agenda tahunan dengan kualitas yang terus ditingkatkan sebagai wadah lahirnya generasi debater muda yang kritis dan berwawasan global.

Berita Lainnya